Saat seseorang memindai kode QR acara, ponselnya membuka halaman acara versi seluler, bukan berkas kalender mentah. Halaman itu menampilkan nama acara, tanggal dan jam, lokasi (sekali ketuk langsung terbuka di Google Maps), dan deskripsi Anda. Tombol “Tambahkan ke kalender” membuka menu singkat: Google Calendar dan Outlook membuka acara yang sudah terisi dan siap disimpan, sedangkan Apple Calendar mengunduh berkas .ics standar, format yang bisa diimpor sebagian besar aplikasi kalender. Di bawahnya, tombol tautan Anda mengantar orang untuk membeli tiket, mengisi RSVP, atau mendaftar. Tujuannya agar acara tersimpan dan langkah berikutnya diambil sebelum orang itu beranjak dari poster.
Karena setiap kode acara QR Cake bersifat dinamis, Anda bisa mulai berpromosi sebelum semua detail pasti. Cetak save the date begitu tanggalnya diketahui, lalu tambahkan lokasi, deskripsi, dan tautan tiket atau pendaftaran dari dasbor saat masing-masing sudah dikonfirmasi. Selebaran, spanduk, dan tanda pengenal yang sudah beredar menampilkan detail baru pada pemindaian berikutnya. Kalau jam mulai bergeser, ruangannya pindah, atau tiket habis dan Anda membuka daftar tunggu, cukup sunting halamannya sekali dan setiap salinan cetak kodenya ikut menyesuaikan.
Satu kode juga bisa menemani acara dari pengumuman sampai tindak lanjut. Sebelum hari H, kode itu tercetak di undangan dan mendatangkan pendaftaran. Pada hari H, Anda bisa menambahkan tombol tautan untuk susunan acara, denah lokasi, atau siaran langsung. Sesudahnya, sunting halamannya untuk berterima kasih dan menautkan survei masukan, foto, atau pendaftaran tahun depan. Pemindaian melewati tautan pendek QR Cake, jadi di paket Pro dan Business Anda bisa melihat berapa orang yang memindai setiap kode, kapan, dari negara mana, dan lewat perangkat apa. Dari situ terlihat materi cetak mana yang paling menarik minat.